Senin, 18 Juni 2012

Pengawasan Wirausaha



  •  Jenis – Jenis Pengawasan
a.     Pra Pengawasan
       Pengawasan yang terjadi sebelum kerja dilakukan dinamakan pra-pengawasan atau pengawasan kedepan (feed-Forward control). Pra-pengawasan menghilangkan penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang dihasilkan sebelum penyimpangan terjadi.

b.     Pengawasan yang bersamaan dengan Pelaksanaan Kegiatan
       Pengawasan yang terjadi ketika pekerjaan sedang dilakukan dinamakan Pengawasan “Concurrent”. Pengawasan concurrent tidak hanya berhubungan dengan kinerja kemanusiaan saja tetapi juga pada bidang-bidang seperti kinerja peralatan-peralatan penampakan departement.

c.      Pengawasan Umpan Balik
       Pengawasan yang dipusatkan pada kinerja organisasional dimana lalu dinamakan pengawasan umpan balik. Ketika menggunakan tipe pengawasin ini, wirausahawan sesungguhnya berusaha untuk mengambil tindakan koreksi dalam organisasi dengan melihat pada sejarah organisasional selain periode tertentu.

  • Fungsi Pengawasan dalam Wirausaha

A.  Perencanaan adalah penentuan segala sesuatu sebelum dilakukan kegiatan-kegiatan usaha.wirausahawan yang mengadakan perencanaan akan berhasil dibandingkan denganyang tidak mengadakan perencanaan.
B.   Pengorganisasian adalah merupakan proses menciptakan hubungan antara fungsi-fungsipersonalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan diarahkan pada pencapaian tujuan.
C.   Pengarahan adalah merupakan usaha yang berhubungan dengan sesuatu agar semua dapatdilakukan.
D.  Pengkoordinasian adalah merupakan usaha mengsinkronkan dan menyatukan segalakegiatan dalam usaha agar tercapai tujuan wirausaha.
  •  Alat-alat Pengawasan
a.   Manajemen Pengecualian
Manajemen pengecualian adalah teknik pengawasan yang memungkinkan hanya penyimpangan kecil saja antara kinerja yang direncanakan dan kinerja aktual yang mendapatkan perhatiaan dari wirausahawan.

b.   Analisis Pulang-Pokok
c.   Analisis Rasio
d.   Penganggaran



  • Bentuk – Bentuk Kepeminpinan
1.   Kepemimpinan Kharismatik, yaitu kepemimpinan yang ditandai dengan penampilan seorang tokoh yang memiliki kharisma (kelebihan), yaitu semacam daya tertentu yang memberi pesona kepada mayarakat, sehingga masyarakat mengakuinya sebagai pemimpin.
2.     Kepemimpinan Tradisional, yaitu kepemimpinan yang ditandai dengan penampilan seorang tokoh yang didasarkan pada ikatan primordial, seperti ikatan keluarga/keturunan, kedaerahan, agama, dan kesukuan.
3.     Kepemimpinan Rasional,  yaitu kepemimpinan yang ditandai dengan penampilan seorang tokoh yang didasarkan pada kemapuan dan kecakapan yang dimilikinya.

  • Bentuk – Bentuk Komunikasi
a.  Komunikasi Intra personal
b.  Komunikasi Interpersonal
c.  Komunikasi Kelompok
d.  Komunikasi Organisasi
e.  Komunikasi Massa



materikuliah.weebly.com/uploads/.../bentuk-bentuk_komunikasi.ppt

Catalog Andess Coklat

Catalog Andess Coklat

 Praline In Box Red Isi 8 Rp. 27.000




 
Kode Produk AC3
Andesschoco Love Stick
Rp. 5.000.-/stick


kode barang AC4
Andesschoco Big Love Praline
Rp. 7.000,-/psc

 Praline Laci Isi 3 Rp. 15.000

Tabung Isi 26 Rp. 43.000 

Kode Produk AC9
Andesschoco Big Love
Rp. 10.000,-

 
Kode Produk AC6
Andesschoco Plate Birthday
Rp. 23.000,-/plate
 
Kode Produk AC13
Andesschoco Love Box Chocolate with Praline
rasa: Strawberry, mint, lemon
Rp. 25. 000,-
 Tabung Isi 64 Rp. 100.000

Kode Produk AC5
Andesschoco Praline
Rp. 13.000,-/kotak
isi 6 pcs

  1. Definisi Basis Data
      Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
 
     2.  Contoh Database

Kamis, 31 Mei 2012

KewiraUsahaan (Usaha Baru)

KewiraUsahaan
Tugas 2

  •  Sumber - sumber modal yang dapat kita gunakan untuk memulai usaha baru ada 3 cara, yaitu :
     a. Dana Sendiri ( berupa dana yang diperoleh dari sang pemilik perusahaan )
     b. Dana Pinjaman ( berupa dana yang diperoleh dari modal lain / asing )
     c. Dana Gabungan Usaha ( berupa dana gabungan antara modal sendiri dengan orang / perusahaan lain )

  •   Ada beberapa yang bisa dijadikan masalah dalam pencarian modal, diantaranya :

a.        Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
Alasan utama menolak pembiayaan perusahaan yang sudah ada atau baru mulai adalah konsep atau kinerja perusahaan yang meragukan atau buruk. Dua unsur yang mendasari ketidak minatan dari pemberi modal adalah resiko bisnis terlalu tinggi dan terlal rendahnya tingkat keuntungan dan tingakat pengembalian dari modal yang ditaman.

b.       Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti masalah perusahaan
 Kegagalan untuk menindaklanjuti adalah alasan bagi kegagalan perusahaan mendapatkan modal.  Umumnya perusahaan melakukan kontrak awal tanpa mempersiapkan memorandum.

c.        Kurangnya pengalaman dan ketajaman usaha

d.    Kurangnya hubungan dengan sumber pemodal venture
      Banyak pemodal menempati koantor yang tidak mempunyai papan nama, nomor telepon, dan tertutup terhadap pubilitas. Keadaan semacam ini akan mempersulit wirausahawan menemukan pemodal bagi usaha barunya.


  • Penentuan hubungan finansial perusahaan dapat dilihat dari :
    a. Bentuk produk yang ingin dipasarkan
    b. Tempat pemasaran produk dan minat konsumen terhadap produk yang dipasarkan
    c. Kegiatan kerjasama dengan perusahaan lain
    d. Kegiatan proses produksi

  • Kelayakan pada usaha baru dapat digunakan melalui beberapa tahap, yaitu :
    a. Memiliki perkiraan pertambahan nilai kas perusahaan dari Nilai Sekarang dengan Nilai Yanga Akan    Datang
    b. Terdapat modal yang cukup, bisa dari modal sendiri maupun modal asing
    c. Peluang penjualan produk
    d. Terdapat Arus Kas Keluar ( Cash Outflow) dan Arus Kas Masuk ( Cash Inflow )

  • Analisa Kelayakan Teknis merupakan analisa yang dapat dilihat Efektivitas dan Ketercukupan (Adequacy). Namun terkadang ketercukupan tidak dapat dipastikan hanya karena keberadaan proyek, banyak yang memperngaruhinya. Oleh karena itu, kelayakan teknis dapat juga dilihat dengan cara melihat apakah proyek seperti itu secara teknis dapat dilaksanakan di tempat lain.

  • Kemampuan organisasi dapat dinilai dari :
    a. Keputusan yang diberikan oleh pemimpin dalam menentukan kebijakan
    b. Pembagian tugas yang jelas kepada anggotanya dalam melakukan kegiatan organisasi
    c. Tujuan yang ingin dicapai oleh suatu organisasi

  • Analisa Persaingan dalam Wirausaha ditentukan oleh kemampuan memahami persaingan. Analisis dilakukan dengan cara identifikasi industri dan karakteristiknya, identifikasi bisnis di dalam industri, kemudian masing-masing bisnis pun dievaluasi, prediksi aktifitas pesaing termasuk identifikasi pesaing baru yang mungkin menerobos pasar maupun segmen pasar.


  • Waralaba Frinchise adalah hak suatu produk yang dimiliki perusahaan untuk melakukan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.


  • Resiko yang terdapat pada Waralaba Franchise diantaranya jika terjadi penyalahgunaan terhadap merek, nama, atau yang lainnya berkaitan dengan perusahaan tersebut maka akan merugikan penghasilan penjualan produknya.


  • Syarat melakukan Waralaba Franchise ( Permendag No. 31/2008 tentang Tatacara Penerbitan Surat Tanda Usaha Waralaba), yaitu :
    a.  Memilki ciri khas usaha misalnya merek, bahan baku, cara penyajian dan     sebagainya.
    b. Perusahaan harus membukukan keuntungan selama minimal 2 tahun
    c. Wajib memilki standar operasi pelayanan (SOP) atas barang atau jasa yang ditawarkan
    d. SOP tersebut harus mudah diajarkan dan diaplikasikan
    e. Harus memperhatikan adanya kesinambungan usaha










Jumat, 20 April 2012

KewiraUsahaan

Karakteristik Kewirausahaan 
Karakteristik Kewiraisahaan sebagai berikut: 
• Keinginan Untuk Berprestasi 
• Keingian untuk bertanggungjawab 
• Preferensi terhadap resiko – resiko menengah 
• Persepsi pada keingian berhasil 
• Rangsangan oleh umpan balik 
• Aktivitas Enerjik 
• Orientasi terhadap masa depan 
• Keterlampilan dalam pengorganisasian 
• Sikap terhadap uang 


 Penentuan Potensi Kewirausahaan 
Faktor – faktor yang dapat menentukan Potensi Kewirausahaan sebagai berikut : 
o Kemampuan Inovatif 
o Toleransi terhadap kemenduaan 
o Keinginan untuk berprestasi 
o Kemampuan perencanaan realistis 
o Kepemimpinan tolerasi kepada tujuan 
o Objekvitas o Tanggung jawab 
 o Kemampuan beradaptasi 
o Kemampuan sebagai pengorganisir dan administrator 


Pengembangan N ACH 
Penjelasan mengenai Perkembangan NACH Sebagai berikut : 
1. Tahap Pertama dalam pelatihan membantu menyadarkan orang – orang pada potensi mereka untuk mendapatkan karakteristik kewirausahaan . Mereka diminta untuk menulis rencana – rencana tertentu bagi perunahan pribadi untuk dua tahun yang akan datang. 
2. Tahap kedua dipusatkan untuk pengembangan diri apa yang diistilahkan sindrom prestasi. Individu – individu diajurkan untuk berpikir, berbicara, bertindak dan menyadari orang lain sebagai pribadi dengan n Ach tinggi. 
3. Tahap ketiga berhubungan dengan dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang – orang menghubungkan cara berfikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan cara melihat dunia. 


Perkembangan Disiplin Ilmu Kewirausahaan
Perkembangan kewirausahaan mulai dikenal pada abad 18. Dalam sebuah buku mengenaikewirausahaan menjelaskan bahwa wirausahaha adalah seseorang yang menanggungresiko. Pada awalnya istilah wirausaha merupakan sebutan bagi para pedagang yangmembeli barang di daerah- daerah yang kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti.


Meskipun banyak yang mengartikan konteks wirausaha namun ada seseorang yangmengartikan wirausaha itu tidak selalu berarti perdagangan atau manajer tetapi jugaseseorang yang unik yang memiliki keberanian dalam mengambil resiko danmemperkenalkan poduk-produk inovatif serta teknologi baru dalam perekonomian.Menurut dia hanya sedikit pengusaha yang dapat melihat ke depan dan inovatif yang dapat merasakan potensi penemuan baru dan memanfaatkanya. Setelah inovasi tersebutberhasil di perkenalkan oleh wirausaha maka pengusaha lain mengikutinya sehinggaproduk dan teknologi baru tersebut tersebar dalam kehidupan ekonomi.


Kewirausahaan adalah proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasaserta kemakmuran yang menciptalan individu wirausaha yang memiliki keberanianmenanggung resiko, menghabiskan waktu serta menyediakan berbagai produk barang danjasa yang dihasilkan wirausaha yang memilki nilai baru dan berguna.


Seperti yang di kemukakan Peter F. Drucker bahwa wirausahaan adalah prosespenciptaan sesauatu yang berbeda untuk menghasilkan nilai dengan mencurahkan waktudan usaha di ikuti penggunaan uang, fisik, resiko dan kemudian menghasilkan balas jasaberupa uang serta kepuasaan dan kebebasan pribadi.


Dan dari Thomas W. Zimmer mengungkapkan bahwa kewirausahaan merupakan prosespenerapan kreatifitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang di hadapi setiap orang dalam setiap hari. Sehingga dapat di simpulkan dari beberapa konsep bahwa kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda(kreatifitas dan inovasi) , mengorganisasi,mengangung resiko, berorientasi hasil, peluang, kepuasan pribadi, dan kebebasan. Olehkarena itu jiwa dan perilaku kewirausahaan tidak hanya di bidang perdagangan tetapi disegala bidang.


Objek Studi Kewirausahaan
Nilai dan kemampuan seseorang yang di wujudkan dalam bentuk perilaku yang manameliputi :
1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha. Dengan memerlukan adanya prosesperenungan dan koreksi yang kemudian di baca dan di amati berulang-ulang sampaidi pahami apa yang menjadi kemauannya
2. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang besar
3. Kemampuan berinisiatif untuk mengerjakan sesuatu yang baik tanpa di suruh/menunggu perintah orang yang di lakukan berulang-ulang sehingga menjadi terbiasa
4. Kemampuan berinovasi yang melahirkan kreativitas dan dibiasakan inovatif dalamdiri yang dapat dijadikan perangkat dalam menyajikan barang dan jasa bagikemakmuran masyarakat
5. Kemampuan membentuk modal materi, sosial dan intelektua.
6. Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalamsegala tindakan melalui kebiasaaan dan tidak menunda pekerjaan.
7. Kemampuan mental yang di landasi agama.
8. Kemampuan membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun meyakitkan.


Hakekat Kewirausahaan
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.







http://www.scribd.com/doc/50245660/DISIPLIN-ILMU-KEWIRAUSAHAAN

Jumat, 16 Desember 2011

Artikel DDL dan DML


Data Definition Language/ Definisi data bahasa atau bahasa deskripsi data yang (DDL) adalah sintaks mirip dengan komputer bahasa pemrograman untuk mendefinisikan struktur data , terutama skema database .
DDL - Data Definition Language
merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat, mengubah dan menghapus struktur dan definisi metadata dari objek-objek database.
Seperti definisi yang telah dijelaskan di atas, DDL adalah kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat (create), mengubah (alter) dan menghapus (drop) struktur dan definisi tipe data dari objek-objek database.

Objek-objek database pada yang dimaksud - pada MySQL - adalah sebagai berikut :
  • Database
  • Table
  • View
  • Index
  • Procedure (Stored Procedure)
  • Function
  • Trigger
Contoh :
-- Perintah berikut akan membuat table pada database kita dengan nama "ms_karyawan"
CREATE
 TABLE ms_karyawan (
  kode_cabang varchar(10) default NULL,
  kode_karyawan varchar(10) NOT NULL,
  nama_depan varchar(8) default NULL,
  nama_belakang varchar(9) default NULL,
  jenis_kelamin varchar(1) default NULL,
  PRIMARY KEY  (kode_karyawan)
  );
·       Create
Biasa digunakan untuk membuat suatu tabel. sintaksnya adalah :
[ CREATE TABLE nama_tabel (
nama_field ke-1 tipe_data ( lebar_field ), ......, nama_field ke-n tipe_data ( lebar_field ) ) ;
]
contoh 1 :
buatlah sebuah tabel barang dengan field kode_barang char(6), nama barang varchar2(25), satuan_barang varchar(20), dan stok barang number(4), primary key-nya adalah kode barang.

sintaksnya :
CREATE TABLE barang (
Kode_Barang char(6)
Nama_Barang varchar2(25),
Satuan_Barang varchar(20),
Stok_Barang number(4),
Constraint pk_barang primary key(Kode_Barang)
);
  • Alter
    Digunakan untuk mengedit tabel yang telah ada. dalam pengeditan tabel ini ada beberapa kemungkinan, diantaranya adalah mengubah dalam artian memodifikasi salah satu atau beberapa field pada tabel tersebut atau dalam artian menambah satu atau beberapa field pada tabel tersebut.

    sintaks umumnya adalah :
[ ALTER TABLE nama_tabel
ADD | MODIFY nama_field ke-1 tipe_data ( lebar_field ) ;
]
contoh 2 :
mengacu pada contoh 1, ubah tipe data Satuan_Barang menjadi char(5)

sintaksnya :
ALTER TABLE barang
modify Satuan_Barang char(5);
  • Drop
    Terkadang anda diharuskan menghapus sebuah tabel yang telah anda buat, hal ini mungkin disebabkan karena tabel yang anda buat salah, atau tidak diperlukan. untuk itu digunakan perintah Drop.

    sintaks umumnya adalah :
[ DROP TABLE nama_tabel ;]
contoh 3 :
hapus tabel 'barang' yang telah dibuat pada contoh 1

sintaksnya :
DROP TABLE barang

Keterangan :
perintah drop tabel ini akan berhasil jika tabel yang dihapus adalah tabel yang tidak ada relasinya ( tabel yang berdiri sendiri ). juga akan berhasil jika yang anda hapus adalah tabel relasi ( tabel yang mengacu pada tabel lain ).

Daftar Perintah DDL pada MySQL 5.0 

  • Pembuatan (CREATE)
  • Perubahan (ALTER & RENAME)
    • ALTER DATABASE
    • ALTER FUNCTION
    • ALTER PROCEDURE
    • ALTER TABLE
    • ALTER VIEW
    • RENAME TABLE
  • Penghapusan (DROP)
    • DROP DATABASE
    • DROP FUNCTION
    • DROP INDEX
    • DROP PROCEDURE
    • DROP TABLE
    • DROP TRIGGER
    • DROP VIEW


Tabel Matrix Perintah DDL MySQL 5.0

 OBJECT
CREATE
 ALTER
 DROP
RENAME 
 DATABASE
 Yes
Yes
 Yes

 FUNCTION
 Yes
Yes
 Yes

 INDEX
 Yes

 Yes

 PROCEDURE
 Yes
Yes
 Yes

 TABLE
 Yes
Yes
 Yes
 Yes
 TRIGGER
 Yes

 Yes

 VIEW
 Yes
Yes
 Yes


·       DML - Data Manipulation Language
merupakan kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk proses pengolahan isi data di dalam table seperti memasukkan, merubah dan menghapus isi data - dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database.
DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:
contoh DML : Mengambil Seluruh Row Data dari table MS_KARYAWAN
  • SELECT untuk menampilkan data
  • INSERT untuk menambahkan data baru
  • UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada
  • DELETE untuk menghapus data

SELECT

SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap: ( QUERY BUDIN ) Cilegon.
SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON kondisi_penghubung]
[, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
[WHERE kondisi]
[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
[HAVING kondisi_aggregat]
dengan:
  • kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
  • kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.
Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya AND, OR, dan sebagainya.
Contoh:
Diasumsikan terdapat tabel user yang berisi data sebagai berikut.
username
passwd
tanggal_lahir
jml_transaksi
total_transaksi
Aris
6487AD5EF
09-09-1987
6
10.000
Budi
97AD4erD
01-01-1994
0
0
Charlie
548794654
06-12-1965
24
312.150
Daniel
FLKH947HF
24-04-1980
3
0
Erik
94RER54
17-08-1945
34
50.000
Contoh 1: Tampilkan seluruh data.
SELECT *
FROM user
Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.
SELECT *
FROM user
WHERE total_transaksi = 0
Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.
SELECT username
FROM user
WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000
Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.
SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi
FROM user
Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.
SELECT *
FROM user
ORDER BY jml_transaksi DESC
Fungsi aggregat
Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:
  • SUM untuk menghitung total nominal data
  • COUNT untuk menghitung jumlah kemunculan data
  • AVG untuk menghitung rata-rata sekelompok data
  • MAX dan MIN untuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.
Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.
Subquery
Ada kalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:
Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.
SELECT username
FROM user
WHERE jml_transaksi =
(
SELECT MAX(jml_transaksi)
FROM user
)

INSERT

Untuk menyimpan data dalam tabel dipergunakan sintaks:
INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])
Contoh:
INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');

 

UPDATE

Untuk mengubah data menggunakan sintaks:
UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]
Contoh:
UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"

DELETE

Untuk menghapus data dipergunakan sintaks:
DELETE FROM [nhew andiz] [KONDISI]
Contoh:
DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';


SELECT 
FROM ms_karyawan

Contoh DML : Memasukkan data ke dalam tabel ms_karyawan

INSERT INTO ms_karyawan(
                kode_cabang,
                kode_karyawan,
                nama_depan,
                nama_belakang,
                jenis_kelamin)
VALUES ('cab-001','kar-001','Feris','Thia','Laki-laki');

Beberapa daftar Perintah DML MySQL 5.0

  • CALL
  • DELETE
  • DO
  • HANDLER
  • INSERT
  • LOAD DATA INFILE
  • REPLACE
  • SELECT
  • TRUNCATE
  • UPDATE